Thursday, April 7, 2011

AWAS PADA YANG BER'COUPLE' & YANG MASIH BELUM



AWAS! JANGAN DEKATI ZINA!

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, kerana ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

AWAS! JANGAN DEKATI ZINA!

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Penjelasan makna ayat

Dan janganlah kalian mendekati zina.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)


Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-Syaikh As-Sa’di berkata, “Allah subhanahu wata’ala menyifati perbuatan ini dan mencelanya karena ia (كَانَ فَاحِشَةً) adalah perbuatan keji.

Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal sehat, dan fitrah manusia yang masih suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina) mengandung unsur melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa Allah subhanahu wata’ala mengabarkan tentang akibat perbuatan tersebut. Bahwasannya perbuatan tersebut adalah sejelek-jelek jalan. Karena yang demikian itu dapat mengantarkan kepada kebinasaan, kehinaan, dan kerendahan di dunia serta mengantarkan kepada adzab dan kehinaan di akhirat. (Lihat Al-Jawab Al- Kafi, hal. 206)

Hal-hal yang mengantarkan kepada perbuatan zina

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Islam menutup rapat-rapat semua celah yang dapat mengantarkan seorang hamba kepada kejelekan dan kebinasaan. Atas dasar ini, disaat Allah subhanahu wata’ala melarang perbuatan zina, maka Allah subhanahu wata’ala melarang semua perantara yang mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Disebutkan dalam kaedah fiqih:

Perantara-perantara seperti hukum yang dituju.


Zina adalah perbuatan haram, maka semua perantara/wasilah yang dapat mengantarkan kepada zina juga haram hukumnya. Diantara perkara yang dapat mengatarkan seseorang kepada zina adalah:

1.   Memandang wanita yang tidak halal baginya

Penglihatan adalah nikmat Allah subhanahu wata’ala yang sejatinya disyukuri hamba-hambanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An-Nahl: 78). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Justru digunakan untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala. Untuk melihat wanita-wanita yang tidak halal baginya. Terlebih di era globalisasi ini dengan segenap kecanggihan teknologi dan informasi, baik dari media cetak maupun elektronik, seperti internet, televisi, handphone, majalah, koran, dan lain sebagainya, yang notabene-nya menyajikan gambar wanita-wanita yang terbuka auratnya. Dengan mudahnya seseorang menikmati gambar-gambar tersebut. Sungguh tak sepantasnya seorang hamba yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan hal itu.

Pandangan adalah sebab menuju perbuatan zina. Atas dasar ini, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Katakanlah (wahai nabi), kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur: 30-31)

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaganya dari: zina, homosex, lesbian, dan agar tidak tersingkap serta terlihat manusia. (Lihat Adhwa’ Al-Bayan, Al-Imam Asy-Syinqithi 6/126)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Ini adalah perintah Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dari apa yang diharamkan. Maka janganlah mereka memandang kecuali kepada apa yang diperbolehkan untuk dipandangnya. Dan agar mereka menjaga pandangannnya dari perkara yang diharamkan. Jika kebetulan pandangannya memandang perkara yang diharamkan tanpa disengaja, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahihnya dari shahabat Jarir bin Abdullah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Aku bertanya kepada baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang pandangan secara tiba-tiba, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/399)

Manakala perbuatan zina bermula dari pandangan, Allah subhanahu wata’ala menjadikan perintahmenahan pandangan lebih dikedepankan ketimbang menjaga kemaluan. Karena semua kejadian bersumber dari pandangan. Sebagaimana api yang besar bermula dari api yang kecil. Bermula dari pandangan, lalu terbetik di dalam hati, kemudian melangkah, akhirnya terjadilah perbuatan zina. (Lihat Al-Jawab Al- Kafi, hal. 207)

2.    Menyentuh wanita yang bukan mahramnya

Menyentuh wanita yang bukan mahram adalah perkara yang di anggap biasa dan lumrah ditengah masarakat kita. Disadari atau tidak, perbuatan tersebut merupakan pintu setan untuk menjerumuskan anak Adam kepada perbuatan fahisyah (keji), seperti zina. Oleh karena itu, Islam melarang yang demikian itu, bahkan mengancamnya dengan ancaman yang keras. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

Dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Hadits tersebut juga sebagai dalil tentang haramnya berjabat tangan dengan wanita (yang tidak halal baginya). Dan sungguh kebanyakan kaum muslimin di zaman ini terjerumus dalam masalah ini. (Lihat Ash-Shahihah, no. 1/395)

Dalam hadits lain dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)

3.    Berkhalwat (berduaan) di tempat sepi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan dalam haditsnya yang agung:

“Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Betapa banyak orang yang mengabaikan bimbingan yang mulia ini, akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Kita berlindung kepada-Nya dari perbuatan tersebut.

Ber-khalwat (berduaan) dengan wanita yang bukan mahramnya adalah haram. Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya kecuali ketiganya adalah setan. Apa dugaan anda jika yang ketiganya adalah setan? Dugaan kita keduanya akan dihadapkan kepada fitnah. Termasuk berkhalwat (yang dilarang) adalah berkhalwat dengan sopir. Yakni jika seseorang mempunyai sopir pribadi, sementara dia mempunyai istri atau anak perempuan, tidak boleh baginya membiarkan istri atau anak perempuannya pergi berduaan bersama si sopir, kecuali jika disertai mahramnya. (Lihat Syarah Riyadhus Shalihin Asy-Syaikh Al-’Utsaimin, 6/369)

4. Berpacaran

Berpacaran adalah suatu hal yang lumrah di kalangan muda-mudi sekarang. Padahal, perbuatan tersebut merupakan suatu perangkap setan untuk menjerumuskan anak cucu Adam ke dalam perbuatan zina.


Dalam perbuatan berpacaran itu sendiri sudah mengandung sekian banyak kemaksiatan, seperti memandang, menyentuh, dan berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, yang notabene merupakan zina mata, lisan, hati, pendengaran, tangan, dan kaki.

Itulah diantara hal-hal yang dapat mengantarkan anak cucu Adam kepada perbuatan zina. Barangsiapa menjaganya, selamatlah agamanya, insya Allah. Sebaliknya, barangsiapa lalai dan menuruti hawa nafsunya, kebinasaanlah baginya. Kita berlindung kepada Allah I dari kejelekan diri-diri kita. Amin.

Kerusakan yang disebabkan perbuatan zina

Kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatan zina adalah termasuk kerusakan yang sangat berat. Diantaranya adalah merusak tatanan masyarakat, baik dalam hal nasab (keturunan) maupun penjagaan kehormatan, dan menyebabkan permusuhan diantara sesama manusia.

Al Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Aku tidak mengetahui dosa besar apa lagi yang lebih besar setelah membunuh jiwa selain dari pada dosa zina.” Kemudian beliau v menyebutkan ayat ke-68 sampai ayat ke-70 dari surat Al Furqan. (Lihat Al-Jawab Al-Kafi, hal 207)

Nasehat untuk kaum muslimin!

Para pembaca yang kami muliakan, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati seorang hamba, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat kelak. Yang pada hari itu anggota badan seorang hamba; tangan, kaki, dan kulit akan menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat. Manusia adalah tempat kesalahan dan dosa. Semua anak cucu Adam pernah berbuat kesalahan. Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang paling cepat bertaubat.

Tolak ukur kebaikan seorang hamba bukanlah terletak pada pernah atau tidaknya dia berbuat kemaksiatan. Akan tetapi yang menjadi tolak ukur adalah orang yang segera bertaubat manakala berbuat kemaksiatan, serta tidak terus menerus berada dalam kubangan kemaksiatan.

Segeralah bertaubat, wahai hamba-hamba Allah, sebelum ajal menjemputmu! Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An-Nisaa’: 17-18)

Wallahu a’lam bishshowab.

Ahad, 27-Jun-2010
Penulis: Buletin Islam AL ILMU







‎(¯`v´¯) `•.¸.•´sekiranya dia ( M.S.A ) ditakdirkan untukku,satukanlah hati-hati kami, permudahkanlah urusan kami ‎(¯`v´¯) `•.¸.•´

Monday, April 4, 2011

KISAH POKOK EPAL - (Untuk renungan bersama)


Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pokok epal yang amat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pokok epal ini setiap hari. Dia memanjat pokok tersebut, memetik serta memakan epal sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia berehat lalu terlelap di perdu pokok epal tersebut. Budak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pokok epal itu juga menyukai budak tersebut.

Masa berlalu...
Budak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pokok epal tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pokok epal tersebut dengan wajah yang sedih.
"Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pokok epal itu.
"Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab budak remaja itu.
"Aku mahukan permainan. Aku perlukan wang untuk membelinya," tambah budak remaja itu dengan nada yang sedih.
Lalu pokok epal itu berkata, "Kalau begitu, petiklah epal-epal yang ada padaku. Jualkannya untuk mendapatkan wang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kau inginkan."
Budak remaja itu dengan gembiranya memetik semua epal di pokok itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pokok epal itu merasa sedih.

Masa berlalu...
Suatu hari, budak remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pokok epal itu merasa gembira.
"Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pokok epal itu. "Aku tiada masa untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan wang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkah kau menolongku?" Tanya budak itu. "Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya. " Pokok epal itu memberikan cadangan.
Lalu, budak yang semakin dewasa itu memotong kesemua dahan pokok epal itu dan pergi dengan gembiranya. Pokok epal itu pun tumpang gembira tetapi kemudiannya merasa sedih kerana budak itu tidak kembali lagi selepas itu.

Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pokok epal itu. Dia sebenarnya adalah budak lelaki yang pernah bermain-main dengan pokok epal itu. Dia telah matang dan dewasa.
"Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pokok epal itu.
"Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi budak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai bot. Bolehkah kau menolongku?" tanya lelaki itu.
"Aku tidak mempunyai bot untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pokok ini untuk dijadikan bot. Kau akan dapat belayar dengan gembira," cadang pokok epal itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pokok epal itu. Dia kemudiannya pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.

Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimamah usia, datang menuju pokok epal itu. Dia adalah budak lelaki yang pernah bermain di sekitar pokok epal itu.
"Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi nak diberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat bot. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati..." kata pokok epal itu dengan nada pilu.
"Aku tidak mahu epalmu kerana aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pokokmu kerana aku berupaya untuk belayar lagi, aku merasa penat dan ingin berehat," jawab lelaki tua itu. "Jika begitu, berehatlah di perduku," cadang pokok epal itu.Lalu lelaki tua itu duduk berehat di perdu pokok epal itu dan berehat. Mereka berdua menangis kegembiraan.

CERITA INI SENGAJA DIPAPARKAN UNTUK MENGAJAK KITA BERFIKIR TENTANG PENGAJARAN DI SEBALIK CERITA TERSEBUT. SEBENARNYA, POKOK EPAL YANG DIMAKSUDKAN DI DALAM CERITA ITU ADALAH KEDUA-DUA IBU BAPA KITA. BILA KITA MASIH MUDA, KITA SUKA BERMAIN DENGAN MEREKA. KETIKA KITA MENINGKAT REMAJA, KITA PERLUKAN BANTUAN MEREKA UNTUK MENERUSKAN HIDUP. KITA TINGGALKAN MEREKA, DAN HANYA KEMBALI MEMINTA PERTOLONGAN APABILA KITA DI DALAM KESUSAHAN. NAMUN BEGITU, MEREKA TETAP MENOLONG KITA DAN MELAKUKAN APA SAHAJA ASALKAN KITA BAHAGIA DAN GEMBIRA DALAM HIDUP. ANDA MUNGKIN TERFIKIR BAHAWA BUDAK LELAKI ITU BERSIKAP KEJAM TERHADAP POKOK EPAL ITU, TETAPI FIKIRKANLAH, ITU HAKIKATNYA BAGAIMANA KEBANYAKAN ANAK-ANAK MASA KINI MELAYAN IBU BAPA MEREKA. HARGAILAH JASA IBU BAPA KEPADA KITA. JANGAN HANYA KITA MENGHARGAI MEREKA SEMASA MENYAMBUT HARI IBU DAN HARI BAPA SETIAP TAHUN.

SEMOGA CERITA INI MEMBERIKAN KEINSAFAN DAN KESEDARAN KEPADA KITA.

~Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanafaat bagi manusia dan seburuk manusia orang yang membahayakan manusia~

‎(¯`v´¯) `•.¸.•´sekiranya dia ( M.S.A ) ditakdirkan untukku,satukanlah hati-hati kami, permudahkanlah urusan kami ‎(¯`v´¯) `•.¸.•´

Sunday, April 3, 2011

tamatnya taek-won-do 2

alhamdulillah..
syukur kehadrat illahi..

hari ni.. tamatlah kami ahli ko taek-won-do 2...
bermula jam 11 pagi, maka bermulalah persembahan dari group 1...
ana, n the geng terpilih dalah group yang ke 3..
alhamdulillah, semuanya berjalan dgn lancar..
syafakillah kpd salah seorang ahli group, cz kna kick kt mukanya masa sparring..
keciannya..nampak merah di pipinya...
jangan berdendan yer...
kecian kt senior,, dia x tersengaja kot..
nasib baik lah yang lawan ana tu xlawan.. jz bagi jer ana kick n wt apa2..
syok jugak..
:) :) :)
apa2 pn, semua impian tercapai hr ni..

masa mula2 masuk,, berdebar tetap ada, tapi after siap,, fuh!!!!!!!.. lega!!!!
thanks cik GHANI n abang2, kakak2 instruktor, cz sanggup ajar kami ni..
daripada x pandai, until boleh laaaa...
alhamdulillah..

walaupun setiap kali masa training, penat terlampau..
sbb bak kata cik GHANI, " sya buat teruk2 kt awk, sbb saya nk balas dendam dgn budak2 sem lepas"
hihihi.. kami yang jd mangsanya.. xper2..
apa2 pn. cik GHANI puas dgn kebolehan kitorang..

GUD LUCK kawan2... go to the next belt...
TAEK-WON!!!

p/s : dengan tamatnya taekwndo 2 ni, maka habislah 6 jam kredit ana utk ko..
yeaaaaaaaa!!!!!!!!!!! next sem xder koko daaaahhh!!!!!!!!!!!.
syiiioooooooookkkkkkk habis... 
:) <3

‎(¯`v´¯) `•.¸.•´sekiranya dia ( M.S.A ) ditakdirkan untukku,satukanlah hati-hati kami, permudahkanlah urusan kami ‎(¯`v´¯) `•.¸.•´

Friday, April 1, 2011

purple-sampai hujung nyawa




Tidak pernah
Ku terfikirkan
Bahawa kau dan aku
Ditakdirkan bercinta

Aku bagaikan tak percaya
Bila kau melafazkan
Kau cinta kepadaku

Terasa indahnya perasaan
Sejak kau hadir dalam hidupku
Setiap hari merinduimu
Tanpa jemu ku menantikan mu

Gelora di jiwa membuatku gelisah
Menanti saatnya untuk bersama
Betapa sabarnya ku dibakar rindu
Yang menjulang-julang

Rinduku kasihku kusimpankan untukmu
Tidak sedikit berubah hati
Bertapa setianya cintaku kepadamu
Sampai hujung nyawa

Kuberdoa agar kau pun setia...
Ya Tuhanku bahagiakan kami...

p/s : MSA.. dengar ni baik3...


‎(¯`v´¯) `•.¸.•´sekiranya dia ( M.S.A ) ditakdirkan untukku,satukanlah hati-hati kami, permudahkanlah urusan kami ‎(¯`v´¯) `•.¸.•´